Pentingnya Inskusivitas Pada Program Magang Dan Pelatihan

Penyandang disabilitas mencapai angka hingga 15% dari populasi dunia. Disabilitas mencakup serangkaian gangguan termasuk fisik, sensorik, intelektual atau psikososial yang dalam interaksi dengan hambatan sikap dan lingkungan membatasi partisipasi penuh dalam masyarakat. Inklusi sosial dan ekonomi para penyandang disabilitas memiliki banyak efek positif https://www.kompasiana.com/christiesuharto/5bf0f1d912ae946a5e2951d2/tidak-ada-kata-tidak-bisa-bersama-teman-teman-penyandang-disabilitas-kami-bisa. Akses ke pelatihan kejuruan dan pekerjaan menawarkan kesempatan untuk menjadi mandiri secara finansial, untuk berkontribusi pada pertumbuhan keluarga dan komunitas dan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini juga mengurangi kebutuhan akan bantuan sosial dan meningkatkan basis pajak. Perusahaan juga melaporkan bagaimana merekrut penyandang disabilitas bermanfaat bagi kesuksesan bisnis mereka karena mereka menciptakan tenaga kerja yang lebih beragam.

Penyandang disabilitas terutama penyandang disabilitas dengan usia muda, menghadapi banyak hambatan untuk memasuki dunia pekerjaan. Magang memberikan jembatan antara program pelatihan dan perusahaan serta antara peserta didik dan tempat kerja. Magang dinilai sebagai bentuk yang efektif untuk memberikan pelatihan kejuruan kepada kaum muda dan juga dapat digunakan untuk melatih kembali orang dewasa. Pelatihan seperti ini memainkan peran penting dalam transisi dari sekolah ke lingkungan kerja. Di seluruh dunia, perusahaan menghadapi tantangan untuk mengembangkan dan mempertahankan staf. Pada saat yang sama, semakin banyak perusahaan yang merasakan manfaat mempekerjakan penyandang disabilitas. Tempat kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas memberi perusahaan akses ke kumpulan potensi karyawan yang jauh lebih luas, mengarah pada peningkatan aksesibilitas dan tempat kerja untuk semua staf, dan menciptakan citra positif organisasi di antara staf dan klien. Membuat proses magang yang inklusif bagi penyandang disabilitas memberi perusahaan sumber baru pekerja terampil dan membuka jalur untuk perekrutan penyandang disabilitas.

Magang memberikan kesempatan bagi perusahaan dan pekerja untuk saling belajar satu sama lain. Perusahaan dapat mengetahui potensi profesional dan kinerja pekerja magang penyandang disabilitas pada saat yang sama ketika mereka memperoleh dan meningkatkan keterampilan sosial dan profesional untuk berkembang dalam organisasi. Program pembelajaran jangka pendek di tempat kerja, seperti magang, merupakan langkah awal potensial dalam keterlibatan yang lebih lama baik untuk pemberi kerja maupun pekerja magang. Mengembangkan program pemagangan yang lebih inklusif juga melibatkan kemitraan yang lebih kuat antara perusahaan dan pelaku lainnya. Kemitraan dengan lembaga pelatihan, dan terkadang organisasi yang menangani masalah disabilitas, dapat menyediakan sumber peserta pelatihan dan magang yang cocok untuk perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *